Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya (Ibrani 4 : 16)-
This is default featured slide 1 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.
-
This is default featured slide 2 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.
-
This is default featured slide 3 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.
-
This is default featured slide 4 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.
-
This is default featured slide 5 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.
Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya (Ibrani 4 : 16)
Aku
akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang
penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya (Yohanes
14:16)Galatia 5 : 16-26
Sebagai penggarap kebun baru, saya belajar bahwa tanah yang belum dipupuk tidak baik untuk menumbuhkan tanaman. Namun ketika saya menanam benih yang baik pada tanah yang dipupuk dengan baik, matahari dan hujan akan memelihara pertumbuhan sampai saat panen tiba. Tanah yang disiapkan dengan baik, benih yang baik, dan berkat Allah sangatlah penting untuk memperoleh hasil panen yang melimpah. Itu tidak hanya berlaku dalam berkebun, tetapi juga dalam hidup orang kristiani.Hosea mendesak bangsa Israel untuk mengikuti jalan Allah, menggemburkan hati mereka yang keras karena dosa dan "mencari Tuhan" (ayat 12). Jika mereka menabur benih kebenaran, maka mereka akan memetik belas kasih Allah dan Dia akan mencurahkan hujan berkat ke atas mereka.
Apakah Anda tidak mau membuka hati bagi Allah serta firmanNya?
Apakah Anda lebih mengandalkan diri sendiri daripada Allah?
Jika demikian, kini saat yang tepat bagi Anda untuk mencari Tuhan dengan pertobatan yang jujur, menabur perbuatan dan sikap yang baik serta setia mengikuti jalanNya. Yang terutama, bersandarlah pada kuasaNya dan jangan mengandalkan kekuatan sendiri. Hidup Anda akan berbuah lebat -- Joanie Yoder
I
|
shak hidup di tengah-tengah orang Filistin yang
ternyata merupakan tetangga yang jahat. Di sana ia menjadi orang yang sangat
kaya dan berkuasa sehingga mereka takut kepadanya dan memintanya untuk
meninggalkan daerah mereka. Sebagai seorang yang “Jauh lebih berkuasa”
dari mereka (Kejadian 26 : 16), Ishak sebenarnya bisa menolak permintaan
mereka, namun sebaliknya ia justru mengalah dan pindah ke lembah terdekat
dimana Abraham, ayahnya, telah menggali beberapa sumur bertahun-tahun yang
lalu.
Orang-orang Filistin telah menutup sumur-sumur itu
setelah Abraham mati. Dan setiap kali Ishak menggali kembali salah satu sumur,
mereka menyatakannya sebagai milik mereka, walaupun mereka tidak pernah
menggunakannya. Mereka hanya senang bertengkar. Namun, Ishak terus berpindah
tempat sampai ia memasuki daerah dimana orang Filistin tidak lagi menentang
haknya atas sumber air yang ada di situ.BERUSAHALAH HIDUP DAMAI DENGAN ORANG LAIN
Menghormati Pilihan Tuhan
Posted on Sabtu, 25 April, 2015
Bilangan 17
Lewat
cara yang keras dan mungkin mengerikan, Tuhan telah menyadarkan umat
akan hak Allah menentukan orang pilihan-Nya. Kini, Tuhan sekali lagi
menunjukkan siapa sebenarnya yang Ia pilih lewat mukjizat melalui
sebatang tongkat. Setiap suku mendapatkan satu tongkat yang
dituliskan nama kepala suku masing-masing. Suku Lewi mendapatkan satu
tongkat yang bertuliskan nama Harun. Tiga belas tongkat ini kemudian
dikumpulkan Musa dan diletakkan di hadapan tabut perjanjian di kemah
suci (6-7). Seperti dahulu, tongkat Musa menghasilkan keajaiban yang seharusnya membuat Firaun sadar berhadapan dengan orang pilihan Allah (Kel. 7:10-13). Demikian pula diharapkan efek yang sama ketika umat melihat tongkat Harunlah yang secara ajaib bertunas, berbunga, dan berbuah dalam waktu satu malam (8). Benar saja, ketika orang Israel melihat hal tersebut, mereka tersentak disadarkan betapa mereka telah terlalu berani mendekat ke kemah suci untuk berlagak sebagai imam (12-13). Kengerian akan murka Allah yang baru saja mereka alami semakin menebal dengan demonstrasi tongkat Harun yang bertunas, berbunga, dan berbuah!
Tuhan sudah memilih suku Lewi, dan dari antaranya, Harun dan keturunannya untuk melayani di Kemah Suci dan menyelenggarakan ritual Taurat untuk kepentingan umat. Siapapun tidak berhak mempertanyakan apalagi menolak keputusan-Nya. Agar peristiwa pemberontakan tidak terulang, dan tidak ada gugatan lagi atas Harun dan keimamannya, tongkat Harun yang bertunas, berbunga, dan berbuah itu diletakkan kembali di hadapan tabut perjanjian di kemah suci (10).
Mari kita hormati para hamba Tuhan yang Tuhan pilih serta teguhkan kepemimpinan mereka di jabatan dan tempat masing-masing. Bahkan seharusnya kita mendukung pelayanan mereka agar Tuhan sendiri yang dipermuliakan melalui hamba-hamba-Nya. Dengan demikian gereja ataupun lembaga Kristen dapat fokus pada panggilan kesaksian bagi dunia ini, bukan malah sibuk memperebutkan posisi dan kehormatan! Hormatilah pilihan Tuhan!
Bukan Rahasia
Penyataan
Siapakah Yesus Kristus begitu terang dinyatakan di dalam perkataan
dan perbuatan Tuhan Yesus. Sedemikian terangnya penyataan Diri Yesus
Kristus, sehingga setiap orang yang berjumpa dengan kebenaran itu
mempunyai kemungkinan merespons dengan salah satu dari dua sikap ini:
Pertama,
mereka percaya karena memang kebenaran itu tidak terbantahkan. Kedua,
mereka tidak percaya meskipun kebenaran tidak terbantahkan dan mereka
harus mencari jalan untuk menindas kebenaran. [SW]“Kematian”
“Tetelestai”—sudah
selesai, begitulah kata Tuhan Yesus dari atas salib ketika Ia akan
menyerahkan nyawa-Nya. Kemudian dengan tenaga yang tersisa, Yesus
Kristus pun berseru dengan suara nyaring, “Ya Bapa ke dalam
tangan-Mu kuserahkan nyawa-Ku!” (Lukas
23:46). Demikianlah Yesus Kristus mati. Gempa bumi serta
terbelahnya tabir Bait Suci (Matius
27:51) menjadi saksi mati-Nya Sang Mesias dan genapnya semua
karya keselamatan Allah bagi manusia. Segenap perlambang dan nubuatan
Perjanjian Lama yang menunjuk kepada semua penderitaan Sang Mesias
telah terlaksana dan terjawab. Pemuasan murka Allah sudah terbalaskan
dan memenuhi syarat keadilan Allah. Kristus sudah menjalani dan
menyelesaikan tugas-Nya! Kini Ia siap untuk kembali kepada Bapa. Ia
menyerahkan nyawa-Nya secara sukarela, bukan karena direnggut secara
paksa dari-Nya. Ia membayar lunas pengampunan dan kehidupan ke dalam
tangan Bapa-Nya. Penikaman lambung Yesus untuk memastikan
kematian-Nya perlu dilakukan sebagai bukti kebenaran atas
kebangkitan-Nya.Web ini adalah website resmi milik BNKP Jemaat Padang
Telepon: 0639-21448, Fax: 0639-323127 Kode Pos 22813
Melalui upaya transformasi dan pelaksanaan program pelayanan, BNKP terpulihkan dari bencana, semakin bertumbuh dewasa, serta menjadi berkat bagi masyarakat sebagai wujud jemaat yang missioner (Ef. 4:11-16).
BNKP Jemaat Padang
















